Ads

Curug Kacapi Ciwidey Tersembunyi Dibalik Rindang Pepohonan

Daftar Isi [Tampil]
Infociwidey.com - Di wilayah Ciwidey Kabupaten Bandung, terdapat pesona wisata alam yang menakjubkan. Sebuah kawasan perkebunan Gambung Ciwidey, sejak jaman kolonial memang daerah ini merupakan wilayah perkebunan teh dan kina.

Daerah yang memiliki pesona alam. Memasuki daerah perkebunan, jalananan sempit di kawasan ini menjadi urat nadi kegiatan perekonomian masyarakat Gambung.

Saat melintas di kawasan perkebunan Gambung, dalam perjalanan menuju lokasi air terjun. Setelah bertanya kepada penduduk sekitar dan berjalan kaki kurang lebih dua kilometer, akhirnya kami sampai juga ke lokasi air terjun (curug – Sunda-red).

Menyusuri perkampungan, jalan setapak dan lahan perkebunan, membuat langkah kaki terasa berat, tanah gembur serta dilengkapi becek akibat hujan, langkah kami jadi terhambat. Selepas lahan perkebunan, kami memasuki kawasan hutan.

Dari lokasi ini pun perjalanan tidak bertambah ringan. Medan terjal belumpur dengan turunan serta tanjakan adalah menu lain yang harus kami lintasi. Benar - benar sebuah perjuangan melelahkan.

Setelah hampir setengah jam akhirnya kami menemukan sungai kecil dengan air jernih, asumsi kami air sungai ini  berasal dari Curug yang kami cari.

Dalam perjalanan itu, kami bertemu seorang lelaki tua dan menanyakan lokasi Curug,dari  bapak tua bersahaja itu, kami tahu lokasi Curug  yang dikenal dengan nama Curug Kacapi. “ Tos caket den , paling kirang langkung 500 meter deui ,” pak tua memberi gambaran lokasi Curug dalam bahasa Sunda. Setelah mengucapkan terima kasih kami bergegas melanjutkan perjalanan. Berdekatan dengan air terjun , terdapat batu yang bentuknya menyerupai  Kacapi (alat musik Sunda).

Akhirnya setelah hampir satu jam lebih perjalanan dari Perkebunan teh, tampaklah Curug setinggi kurang lebih 25 meter dengan debit air besar dan jernih.

Disini kami istirahat sambil mengatur nafas . Curug ini tersembunyi, terhalang oleh rerimbunan pepohonan di sisi tebing. Secara kasat mata , suasana lingkungan Curug cukup bagus, tapi masih jarang didatangi oleh masyarakat atau pengunjung.

Terlihat dari tidak tampaknya bekas kegiatan manusia serta relatif bersih dari sampah. Ketika air jernih membasuh muka, rona kesegaran menyelinap dari wajah hingga ke semua jaringan tubuh.

Sangat menyegarkan serta menimbulkan sensasi berbeda bersentuhan langsung dengan sumber kehidupan di dunia yang alami belum tercemar. Keadaan ini  karena ekosistem sekitar Curug masih bagus, kuat dugaan beberapa hewan liar masih banyak berkeliaran disini.

Post a comment

0 Comments