Ads

Menguak Sejarah Jalur KA Ciwidey Tempo dulu

Daftar Isi [Tampil]

Infociwidey.com - 126 tahun yang lalu yaitu tahun 1884, untuk pertama kalinya Bandung memiliki alat transportasi Kereta Api (KA). KA pada saat itu masih berupa lokomotif yang dijalankan dengan tenaga uap. “Si Gombar”-lah yang pertama kali menyinggahi kota Bandung.

Dibukanya jalur KA di Bandung bertujuan untuk menghubungkan kota Bandung dengan kota-kota besar lainnya di pulau Jawa terutama kota-kota yang berada di wilayah timur Bandung.

Bandung semakin berkembang sampai ke pinggiran kota. Jalur-jalur KA dibangun pula di beberapa daerah pedalaman (hinterland) seperti Jatinangor, Cicalengka, Ciwidey, Majalaya, Pangalengan. Jalur hinterland yang pertama dibangun yaitu jalur Bandung-Soreang (29 Km) di tahun 1921.

Pada tahun yang sama dibangun pula jalur Rancaekek-Tanjungsari (12 Km). Tahun 1923 dibuat jalur Dayeuh Kolot-Majalaya dan satu tahun kemudian yaitu 1924 dibuat perpanjangan jalur dari Soreang ke Ciwidey (12 Km). Selanjutnya jalur Citeureup-Banjaran-Pangalengan.

Jalur-jalur pendek tersebut dibuat menuju daerah-daerah perkebunan di sekitar Bandung. Tujuannya untuk mempermudah pengangkutan dan pendistribusian hasil perkebunan.


Jalur hinterland yang masih aktif sampai sekarang yaitu jalur yang menuju Cicalengka (dibuat tahun 1884). Sedangkan jalur-jalur lain kebanyakan sudah tidak lagi aktif, salah satunya jalur KA menuju Ciwidey. Jalur pada waktu itu menuju daerah perkebunan di Ciwidey.

Pada masa-masa awal kemerdekaan hingga tahun 1970-an awal, jalur Bandung Ciwidey menjadi akses utama kecamatan Ciwidey langsung menuju pusat aktivitas perekonomian di Bandung.

Masyarakat memanfaatkan jasa angkutan ini sebagai sarana pengiriman barang kebutuhan sehari-hari. Selain itu masyarakat Ciwidey memanfaatkan jalur ini sebagai sarana untuk berpergian ke Bandung dan mencari pekerjaan sebagai buruh harian pada musim kemarau.

Ada hal yang lebih menarik bagi warga Desa Citeurep, adanya kereta api ini juga menjadi penanda waktu imsak karena belum memiliki pengeras suara. Ini dikarenakan saat stasiun cimuncung masih aktif kereta pertama berangkat menuju Bandung pukul 04.00 dan kereta terakhir pukul 18.00.


Akhir dari perjalanan kereta api Bandung-Ciwidey ini ditandai dengan sebuah kecelakaan rangkain yang ditarik lokomotif seri BB di kampung Cukanghaur kecamatan Pasir Jambu yang mengakibatkan tiga orang tewas pada bulan Juli 1972.

Menurut sejumlah mantan karyawan Perusahaan Jawatan Kereta Api yang bertugas dijalur ini, kecelakaaan tersebut diakibatkan kelebihan beban saat mengangkut kayu untuk dikirim ke Jakarta. Selain alasan itu, jalur Bandung-Ciwidey ini dirasa kurang menguntungkan kendaraan bermotor sehingga pada tahun 1975 jalur ini resmi ditutup.

Galeri Foto :

 



Terimakasih telah bersedia berkunjung ke Web ini, semoga artikel yang ada disini bisa membantu anda semua Salam, Admin

Post a comment

2 Comments

  1. hatur nuhun parantos kersa babagi inpormasi ngenaan sajarah jalur KA Bandung - Ciwidey :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami-sami, hatur nuhun oge atos kersa linggih :)

      Delete