Ads

Kopi Luwak Jadi Merek Dagang

Daftar Isi [Tampil]

Infociwidey.com - Kopi memilki sejarah panjang di bumi nusantara, penyebaran tumbuhan kopi ke Indonesia, konon dibawa oleh seorang berkebangsaan Belanda pada abad ke-17 atau kira-kira sekitar tahun 1646. 

Orang Belanda ini mendapatkan biji kopi jenis arabika mocca dari Arab yang dibawanya ke Batavia (Jakarta). Di Indonesia kopi arabika ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di daerah Jatinegara pada lahan partikelir Kesawung yang kemudian kini lebih dikenal dengan nama Pondok Kopi. 

Dalam perjalanannya, bibit  kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten dan wilayah Priangan. 

Pemerintah kolonial Berlanda melakukan penanaman kopi di wilayah-wilayah tersebut menggunakan tenaga masyarakat dengan sistem kerja paksa. 

Setelah menyebar ke Pulau Jawa, tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain di Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali dan Timor.

Bahkan kopi arabika yang ada di Brasil konon bibitnnya berasal dari Pulau Jawa,Brasil merupakan produsen kopi terbesar di dunia. 


Pada tahun 1696, Gubernur Belanda di Perkebunan Malabar Bandung Selatan  mengirimkan biji kopi ke Gubernur Belanda di Batavia, pengiriman pertama hilang karena banjir yang terjadi di Batavia, pengiriman kedua dilakukan tahun 1699. 

Eksport kopi pertama dilakukan tahun 1711 oleh VOC, dalam tempo 10 tahun eksport meningkat sampai 60 ton/tahun, Indonesia adalah perkebunan pertama diluar Arab dan Ethiopia dan VOC memonopoli perdagangan kopi ini dari tahun 1725 sampai tahun 1780.

Hingga saat ini Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terkemuka di dunia. 


Umumnya lahan perkebunan yang ada merupakan lahan peninggalan jaman kolonial yang masih tersisa di wilayah Ciwidey, kita bisa menemukan lahan perkebunan kopi ynag di usahakan oleh masyarakat setempat.

Tepat di pinggir jalan raya Rancabali  Ciwidey, ada seorang perajin kopi luwak yakni Pak Asep. Sudah beberapa tahun Pak Asep menekuni usaha kopi. 


Di tempatnya yang sederhana, ia  memiliki beberapa ekor luwak sebagai salah satu unsur utama dalam pembuatan kopi luwak , kopi yang memiliki nilai tertinggi di dunia. Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi luwak.

Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika. Kopi sudah ranum (matang) dimakan oleh luwak,  sejenis musang. Tetapi yang  dicerna binatang tersebut hanya kulitnya, sementara biji kopi keluar bersamaan dengan kotorannya. 


Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perut luwak dan memberi cita rasa tambahan yang unik pada kopi.

Luwak atau musang ini tidak semata mata memakan biji kopi saja, setiap hari mereka makan pakan alami seperti buah buahan serta daging. 

Biji kopi hanya dijadikan makanan cemilan hewan tersebut dan uniknya hanya memakan biji kopi yang matang saja. Dan biji kopi yang dimakannya, ternyata setelah melalui proses pengeringan dan penggilingan menjadi kopi berharga mahal, harganya bisa sampai Rp 700.000/kg.
 

Proses produksi kopi luwak bermula dari,biji biji kopi yang telah di fermentasi dalam perut luwak kemudian di cuci bersih. 

Proses pencucian dilakukan secara berulang kali hingga di peroleh biji  kopi berkualitas , indikasinya biji kopi akan tenggelam jika dimasukan ke dalam air. 

Setelah  dibersihkan, biji biji kopi ini d jemur di bawah terik matahari hingga beberapa minggu. Setelah  kadar air berkurang, biji kopi ini di di garang hingga siap giling.
 

Kopi luwak  memiliki beberapa manfaat bagi tubuh, misalnya untuk mencegah penyakit saraf seperti alzheimer serta parkinson, kandungan kafeinnya  bisa mencegah kerusakan sel serta menghambat peradangan dalam otak. 

Selain  bisa menurunkan resiko terkena kanker payudara karena kopi di ketahui melepaskan phytostirogen dan flavonoid yang dapat menahan pertumbuhan tumor. 

Kafein  juga bisa memacu kulit membunuh sel sel pra kanker, bahkan bisa  mencegah resistensi insulin yang merupakan gejala penyakit diabetes.
 

Jadi bila anda berkunjung ke Ciwidey, bisa mampir ke warung kopi luwak untuk menikmati secangkir kopi luwak. 

Anda bisa  melihat proses pembuatannya, hingga siap di konsumsi sambil  menikmati panorama pegunungan dengan udara sejuk khas Ciwidey yang cukup dingin.  

Post a comment

0 Comments